Ahli Kesehatan Ingatkan Bahaya Konsumsi Ikan dari Perairan Tercemar
Jakarta — Ahli kesehatan lingkungan mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati mengonsumsi ikan yang berasal dari perairan yang tercemar, seperti di sekitar kawasan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara. Perairan yang dipenuhi sampah dan limbah dapat memicu penumpukan zat berbahaya dalam tubuh ikan, yang kemudian ikut masuk ke tubuh manusia saat ikan dikonsumsi.
Menurut dokter Dicky Budiman, ikan yang hidup di lingkungan tercemar berisiko mengalami bioakumulasi dan biomagnifikasi zat berbahaya — termasuk logam berat seperti merkuri, timbal, dan kadmium. Jika ikan ini dikonsumsi, paparan logam berat dapat mengganggu sistem saraf, mempengaruhi perkembangan anak, serta berpotensi merusak fungsi ginjal.
Selain itu, ikan dari perairan tercemar juga bisa membawa mikroplastik, bahan kimia berbahaya, bakteri, dan parasit, yang bisa memicu gangguan metabolik, gangguan reproduksi, infeksi pencernaan, serta risiko kesehatan lain terutama jika ikan dimakan kurang matang atau diolah dengan higiene yang buruk.
Dampak pada Warga Sekitar
Kondisi pencemaran juga berdampak langsung bagi warga yang tinggal atau bekerja di sekitar Muara Baru. Kontak langsung dengan air yang tercemar — baik melalui kulit maupun terhirup udara di lingkungan itu — dapat meningkatkan peluang terkena penyakit kulit, infeksi saluran pencernaan, hingga gangguan pernapasan.
Upaya Pemerintah Menangani Sampah
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah bergerak cepat untuk membersihkan tumpukan sampah di pesisir Muara Baru. Dinas Lingkungan Hidup telah mengerahkan petugas dan alat berat untuk mengangkut ratusan ton sampah dari lokasi, sebagai bagian dari upaya mengurangi sumber pencemaran di perairan pesisir.
Penulis: Dewi Anggraini | Editor: Rizky Maulana
