NasionalPemerintahanPolitik

DPR Tekankan Pentingnya Normalisasi Sungai Skala Besar Usai Bencana di Sumatra

Jakarta, 3 Januari 2026 — DPR RI melalui Komisi V kembali menegaskan urgensi normalisasi sungai skala besar di sejumlah wilayah di Sumatra pascabanjir dan longsor hebat yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akhir tahun lalu. Langkah ini dinilai krusial untuk mempercepat rehabilitasi serta menguatkan mitigasi bencana di masa mendatang.

Anggota Komisi V DPR, Danang Wicaksana Sulistya, mengatakan langkah tersebut selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang telah memimpin rapat terbatas penanganan pascabanjir di Aceh Tamiang, 1 Januari 2026. Menurut Danang, perubahan signifikan pada struktur sungai akibat terjangan banjir membuat penanganan biasa tidak lagi memadai.

“Kondisi sungai banyak berubah — aliran berpindah arah, melebar, bahkan ada yang nyaris tak lagi sesuai alur semula. Ini harus ditangani secara serius dan terencana,” ujar Danang dalam keterangannya, Jumat (2/1/2026).

Proses normalisasi, lanjutnya, idealnya dilakukan secara komprehensif mulai dari muara di laut hingga ke hulu, dengan kajian teknis, ekologis, dan hidrologis yang matang. Selain itu, DPR juga mendorong agar apabila diperlukan, jalur sungai baru bisa dibuka berdasarkan perhitungan ilmiah untuk memastikan fungsi sungai kembali optimal.

Strategi ini tidak hanya dimaksudkan untuk pemulihan pascabanjir, tetapi juga sebagai upaya strategis mengendalikan risiko banjir besar di masa depan. Danang menekankan pentingnya sinergi antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan agar normalisasi berjalan terkoordinasi, termasuk dalam kaitannya dengan alur pelayaran ke laut.

Dengan langkah ini, DPR berharap upaya pemulihan infrastruktur sungai dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan, sekaligus menambah sistem pertahanan terhadap bencana hidrometeorologi yang semakin tak terduga.

 

 

 

Penulis: Dewi Anggraini | Editor: Rizky Maulana

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *